Sesepuh & Guru Besar Pencak Silat Tradisi dari “PS. PANCASSERA“.
Usa Saputra, yang akrab disapa Abah Usa, adalah sosok yang tumbuh dan mengabdikan dirinya dalam dunia Pencak Silat Tradisi, khususnya melalui Paguron Pencak Silat PANCASSERA. Bagi beliau, pencak silat bukan sekadar kemampuan mengolah raga atau keterampilan bela diri, melainkan sebuah jalan untuk membentuk watak, martabat, disiplin, tata krama, dan jati diri manusia.
Sebagai seorang sesepuh dan guru besar, Usa Saputra menempatkan ilmu pencak silat sebagai warisan yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Ilmu tidak hanya diwariskan melalui gerakan, jurus, langkah, dan olah tubuh, tetapi juga melalui keteladanan seorang guru dalam bersikap, berbicara, menghormati sesama, serta menjaga kehormatan perguruan.
Di lingkungan PANCASSERA, sosok Abah Usa menjadi bagian dari perjalanan panjang sebuah tradisi yang menempatkan guru, murid, dan ilmu dalam satu ikatan kekeluargaan. Seorang murid tidak hanya dituntut untuk mampu memainkan gerakan silat, tetapi juga memahami nilai yang terkandung di balik setiap gerakan: tentang kesabaran, keberanian, pengendalian diri, kerendahan hati, dan tanggung jawab.
Bagi seorang guru besar, keberhasilan bukanlah ketika murid mampu mengalahkan lawannya. Keberhasilan yang lebih tinggi adalah ketika seorang murid mampu mengalahkan kesombongan dirinya sendiri, mengendalikan amarahnya, menghargai orang lain, serta menggunakan ilmunya untuk kebaikan. Karena itu, sosok Usa Saputra dapat dipandang bukan hanya sebagai pemegang dan pengajar ilmu pencak silat, tetapi juga sebagai penjaga nilai dan marwah tradisi.
Dalam perjalanan waktu, seorang guru mungkin tidak selalu meninggalkan nama dalam bentuk tulisan atau penghargaan. Namun, jejak seorang guru dapat terlihat dari karakter murid-murid yang pernah ditempanya. Setiap langkah murid, setiap jurus yang diwariskan, setiap petuah yang diingat, dan setiap nilai yang diterapkan dalam kehidupan merupakan bagian dari jejak pengabdian seorang guru.
Usa Saputra – Seorang Sesepuh, Guru, dan Penjaga Tradisi. Dari seorang guru, ilmu menemukan penerus. Dari seorang sesepuh, tradisi menemukan arah. Dan dari seorang pendekar, nilai kehidupan menemukan teladan. Pencak silat bukan hanya tentang bagaimana kita berdiri menghadapi lawan, tetapi bagaimana kita berdiri menjaga kehormatan diri, keluarga, perguruan, dan warisan budaya bangsa.
Itulah makna pengabdian seorang Guru Besar Pencak Silat Tradisi PANCASSERA: mengajarkan ilmu, menanamkan budi, menjaga tradisi, dan menyiapkan generasi penerus.